Hidup yang Diperkenan Tuhan
Dalam hidup, kita semua menginginkan berkat dan penyertaan Tuhan.
Namun firman hari ini mengingatkan kita bahwa tidak semua orang mengalami hal yang sama.
Bangsa Israel bertanya kepada Tuhan, siapa yang harus maju berperang.
Tuhan memilih suku Yehuda.
Dan benar, Yehuda mengalami kemenangan demi kemenangan.
Tuhan menyertai mereka dengan nyata.
Namun ketika kita melihat suku-suku yang lain, ceritanya berbeda.
Banyak dari mereka tidak menghalau musuh.
Mereka tidak taat sepenuhnya.
Akibatnya, mereka tidak mengalami kemenangan seperti Yehuda.
Di sini kita belajar satu hal penting:
penyertaan Tuhan sangat nyata bagi mereka yang hidup berkenan kepada-Nya.
Bukan berarti Tuhan pilih kasih,
tetapi Tuhan menghargai ketaatan dan kesungguhan hati.
Sering kali kita ingin diberkati,
tetapi kita tidak sungguh-sungguh taat.
Kita ingin Tuhan menyertai,
tetapi kita masih menyisakan “kompromi” dalam hidup kita.
Firman hari ini mengajak kita untuk melihat ke dalam hati:
apakah kita sungguh hidup berkenan kepada Tuhan?
Yehuda tidak sempurna,
tetapi mereka mau melangkah dalam ketaatan.
Hari ini, Tuhan tidak mencari orang yang sempurna,
tetapi hati yang mau taat dan percaya kepada-Nya.
Ketika kita hidup berkenan kepada Tuhan,
kita akan melihat penyertaan-Nya bekerja dalam hidup kita—
bukan hanya dalam hal besar, tetapi juga dalam setiap langkah.
Doa
Tuhan,
aku rindu hidup berkenan kepada-Mu.
Ampuni aku jika selama ini aku sering setengah-setengah dalam ketaatan.
Tolong aku untuk sungguh-sungguh mengikuti kehendak-Mu.
Bentuk hatiku agar taat dan setia,
supaya hidupku berkenan di hadapan-Mu.
Dan biarlah aku mengalami penyertaan-Mu setiap hari.
Amin.















