Imamat 24:1-4
Di dalam ruang kudus terdapat tiga benda penting, yaitu kandil (menorah), meja roti sajian, dan mazbah ukupan. Salah satu perintah Tuhan dalam bacaan kita hari ini adalah agar umat membawa minyak zaitun murni untuk menyalakan lampu di kandil, sehingga lampu itu tetap menyala (Im. 24:1-2). Harun harus mengatur lampu-lampu tersebut di depan tabir Tabut Hukum di dalam Kemah Pertemuan, dari petang sampai pagi, sebagai ketetapan yang berlaku selamanya bagi umat Israel (Im. 24:3-4).
Kandil yang digunakan di ruang kudus memiliki beberapa cabang (Kel. 25:31-32) dan harus dinyalakan dengan minyak zaitun terbaik agar tetap bercahaya. Namun, lampu itu tidak menyala sepanjang waktu. Lampu-lampu ini hanya dinyalakan dari petang sampai pagi, sedangkan di siang hari cahayanya digantikan oleh terang matahari (Kel. 30:7-8). Dengan menyalakan kandil di ruang kudus, umat diingatkan bahwa terang selalu ada dalam hadirat Tuhan.
Menariknya, kandil ini memiliki bentuk yang menyerupai pohon dengan cabang dan bunga badam (Kel. 25:32-33), yang melambangkan Pohon Kehidupan di Taman Eden (Kej. 3:24). Terang dalam ruang kudus menjadi simbol bahwa Allah adalah sumber kehidupan, yang menerangi dan memelihara umat-Nya.
Di dalam Perjanjian Baru, Yesus menyatakan bahwa Ia adalah Terang Dunia (Yoh. 8:12). Bahkan dalam kegelapan malam, terang itu tetap bersinar. Oleh karena itu, sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menjadi terang dunia (Mat. 5:14), memantulkan terang Allah dalam kehidupan kita. Mari kita hidup dalam terang Kristus dan menerangi dunia di sekitar kita dengan kasih dan kebenaran-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar